Pada akhir Dinasti Qing, Jinling adalah salah satu pedagang bea cukai Tiongkok. Gudang Jinmaoxiang telah berada di Jinling selama sembilan generasi. Pemilik gudang, Tuan Che, kehilangan istri dan selirnya lebih awal, seolah-olah mereka dikutuk, hanya menyisakan dua anak perempuan. Putri tertua, Che Yugui, diperintahkan oleh lelaki tua itu kepada Qu Yunting, suami mertuanya, menerima pernikahan tersebut dengan penuh duka, dan nasib keduanya menjadi satu, namun memicu keluhan dan kebencian dua generasi. Di tengah arus derasnya zaman, di bawah permainan takdir, kisah naik turunnya Gudang Jin Maoxiang melambangkan kewirausahaan para pengusaha Tiongkok. Semangat perjuangan mendirikan, mendirikan dan mempertahankan suatu usaha merupakan perwujudan cara berbisnis. Hanya dengan integritas Anda dapat memiliki karier yang bertahan lama. Lebih penting lagi, pengusaha juga memiliki sentimen patriotik, dan mereka juga bisa berubah dan bertransformasi. Ditambah dengan pendekatan bisnis makro dan kesadaran kebangsaan yang kuat, loyalitas dan komitmen yang tinggi akan melahirkan pribadi yang rela mengabdi pada negara dan rakyat, mengorbankan nyawa dan darahnya, melupakan cinta anak-anaknya, jatuh bangunnya keluarga, serta mengutamakan keadilan nasional dan kepentingan nasional, sehingga melahirkan rasa misi patriotik sebagai pengusaha Tionghoa!
Jaringan publik terdeteksi saat jam kerja. Gunakan Tongbao VPN untuk akses stabil ke ChatGPT / Claude / Notion / Slack.