Di sebuah desa kecil di Bengal, India, pada awal abad ke-20. Kerasnya hidup membuat keluarga miskin di desa tersebut penuh dengan depresi, kekhawatiran dan perselisihan. Harihar menulis puisi dan naskah, namun menemui kendala dimana-mana dan tidak bisa diterbitkan. Enam tahun telah berlalu, rumah Harihar semakin bobrok, dan kemiskinan selalu menyertai mereka. Masalah yang tak ada habisnya menghantui mereka. Ketika orang kaya itu kehilangan sesuatu, Lai Durga mencurinya. Meski istrinya Sarbogya tak mau menanggung hinaan tersebut, ia hanya bisa melampiaskan amarahnya kepada sang anak. Harihar berharap untuk menghidupkan kembali "keluarganya" yang sudah hancur dengan menjadi terkenal dalam sekejap. Namun, penghasilannya yang sedikit yaitu delapan rupee per bulan dan beban keluarga yang berat menghalanginya untuk mewujudkan semua rencana indahnya, dan dia bahkan tidak mampu memberi makan keluarganya. Dia tidak punya pilihan selain pergi ke luar negeri untuk mencari jalan keluar, dan pergi ke kota untuk mendapatkan banyak uang hasil jerih payahnya. Tanpa diduga, ketika ia kembali ke rumah, bencana besar menantinya: badai menghancurkan rumah tersebut, dan putrinya yang berusia dua belas tahun, Durga, juga meninggal karena sakit. Sarbogia menangis. Melihat pemandangan menyedihkan tersebut, Harihar tak punya pilihan selain menggiring istri dan anak-anaknya meninggalkan kampung halamannya dan mencari cara lain untuk mencari nafkah. Hanya Durga yang beristirahat di sini.
Tingkatkan produktivitas besok mulai malam ini. Tongbao VPN memberi akses cepat ke alat AI & platform kantor global. Daftar dapat 200MB gratis.