Dalam lakon tersebut, Sade sendiri tidak pernah muncul dan hanya ada dalam dialog keenam karakternya. Kepribadian karakternya juga sangat jelas. Baroness Simeon melambangkan "kebajikan", sedangkan Countess Saint-Fan melambangkan "keburukan", dan Madame Mentonio melambangkan dunia. Meski dua karakter yang mewakili kebaikan dan kejahatan lebih dramatis, inti lakonnya tetaplah konfrontasi antara protagonis Rune dan Madame Mentonio. Ambil contoh sikap terhadap Sade dalam drama tersebut: Nyonya Mentonio percaya bahwa Sade yang terkenal kejam dan dipenjara adalah aib bagi keluarga, sedangkan istri Sade, Rune, sama sekali berbeda. Ia dengan tulus menantikan suaminya yang dikucilkan oleh masyarakat, dan percaya bahwa inilah satu-satunya cara untuk mengungkapkan cinta sejati. Namun, ketika revolusi berkecamuk, nilai-nilai sosial pun ikut berubah. Setelah Sade dibebaskan dari penjara dan dipuji sebagai pembawa standar era baru, sikap Madame Mentonio berubah 180 derajat. Dia menjadi pengagum Sade dan menyebut Sade sebagai pemuja Perancis. Sikap Luye sangat bertolak belakang. Pengakuan kembali suaminya oleh masyarakat berarti bahwa cinta kesepiannya telah kehilangan fondasinya. Tak hanya itu, ia membaca novel karya Sade di penjara yang menggambarkan tragedi seorang wanita yang ngotot pada kebajikan. Rune melihat bayangannya sendiri dalam karya itu. Cinta kesepiannya runtuh dari fondasinya, dan pada saat yang sama dia menyadari bahwa waktu paruh telah dia habiskan sebelumnya
Tingkatkan produktivitas besok mulai malam ini. Tongbao VPN memberi akses cepat ke alat AI & platform kantor global. Daftar dapat 200MB gratis.