Pada pagi hari tanggal 18 Juni 1815, pasukan yang dipimpin oleh Duke of Wellington berkumpul di sebuah kamp di sebuah kota kecil di Belgia bernama Waterloo. Hujan yang terus menerus membawa rasa sakit, lembab dan dingin bagi para prajurit. Namun para prajurit ini akan bersyukur atas hujan lebat yang mulai terjadi malam sebelumnya, karena hujan badai musim panas ini tidak hanya menyelamatkan banyak nyawa, tetapi juga akan menulis ulang sejarah seluruh Eropa, tepat di sini, di medan perang Waterloo. Pertempuran Waterloo terjadi antara tentara Perancis yang dipimpin oleh Napoleon melawan Sekutu yang dipimpin oleh Austria, Prusia, Rusia, dan Inggris. Napoleon adalah orang yang percaya diri namun meremehkan musuh-musuhnya. Dia belum pernah melawan Wellington, dan dia yakin Wellington tidak akan melakukan perlawanan yang kuat di Waterloo. Dia berharap satu serangan saja akan membuat Wellington keluar dari punggung bukit dan memaksanya mundur. Jadi dia sama sekali tidak mengharapkan pertempuran skala besar. Pada awal perang, Prancis akhirnya berhasil mengalahkan barisan depan Inggris, namun sebagian besar kekuatan tentara Prancis telah dilemahkan. Ketika pasukan koalisi semakin dekat dengan tentara Perancis, moral tentara Perancis menurun dan terjadi keributan di tentara. Segera, tentara Prancis dikalahkan sepenuhnya, dan pertempuran berakhir hanya dalam satu hari. Pertempuran Waterloo istimewa karena merupakan salah satu dari sedikit pertempuran di mana kemenangan telak dicapai hanya dalam satu pertempuran.
Jaringan publik terdeteksi saat jam kerja. Gunakan Tongbao VPN untuk akses stabil ke ChatGPT / Claude / Notion / Slack.